Hai, gais. Lanjut kisah post graduate, jadi setelah ujian kelulusan sekolah dasar. Mimin bergegas duluan mengurus sttb sama om mimin, si salim. Setelah selesai, mimin dijemput om indra buat langsung berlayar ke batam. Sore itu mimin sampe di batam. Daerahnya kampung melayu, disana ortu mimin ngekos. Oh ya, sedikit flashback. Waktu mimin kelas 4 di jambi, ortu mimin melahirkan lagi. Anak perempuan lagi, adik perempuan lagi. Jadi ortu mimin ngekos, bertiga di kampung melayu gais. Ibu kosnya galak banget. Apalagi mimin tergolong anak yang ribut banget. Kita sempet pindah, sebelum akhirnya papa juhai bangun rumah. Pertamanya, mimin mau di masukin ke sltp 6. Sekolah favorit, di batam. Cuman karena mimin telat sampai batam. Mimin di masukin ke sltp 10 batam. Lumayan lah, gais. Sesampai di batam mimin, masih candu banget maen PS 1. Mimin ampe bela belain, pulang jalan kaki. Cuma biar, duit ojeknya bisa di pake bayar rental. Kalau duit masih kurang juga. Mimin ambil, duit celengan ortu mimin gais. Padahal, mimin udah di pegangi laptop. Awalnya mimin cuman di suruh main game aja. Cuman lama kelamaan. Mimin disuruh, belajar ngetik. Berjam-jam, setelah papa juhai pulang ngantor. Setelah selesai ngetik, mimin baru boleh main. Ngetik deh tu gais, sambil menggerutu gerutu. Kecuali, hari minggu. Laptop papa juhai, di tinggal. Dan mimin bebas main. Pertama masuk sekolah, mimin di jebloskan ke kelas 1A. Di kelas, favorit ceritanua ni. Cuman ya ini kan, sltp 10. Bukan, Sltp 6 yang favorit. Disini duduk sebangku dengan chinese, namanya danny. Jadi mimin dulu belum pake kacamata gais. Kaya si danny ini. Mimin selalu mikir, kaca mata bikin lo culun banget. Terus kenal deh sama risky, bakar dan arpan. Semua sibuk main counter strike. Mimin yang notabenenya anak playstation tungak tunguk aja. Oh ya di rental, mimin kenal si zaky. Yang nantinya dikenal sebagai black jack. Dia anak sltp 6 lumayan smart, nantinya jadi temen se sekolah di smansa. Cewe, ok, di kelas ini mimin deket sama dian. Kita sering ejek ejekan, kejer kejeran. Gitu deh, gais. Terakhir mimin liat, doi udah punya laki dan anak. Karena terlalu banyak menggandrungi playstation dan PC, saat kenaikan kelas, mimin di demote kebalikan dari promote gais. Ke kelas 2C, mimin pun mulai berpikir, apa iya mimin sebodoh itu. Sampai diturunkan dari kelas A. Mimin, mulai belajar. Mimin, pertama duduk dengan ivanus. Lalu sama si andro. Mimin mulai belajar gais. Bayangin belajar, dengan mata mimin yang udah makin rusak. Minus 3, and still no fuxxing glasses. Mimin duduk Deket
dengan selly dan diana. Ivanus di isukan dengan diana, mimin dengan selly. Namun, hubungan ini akhirnya kandas. Karena tetangga tetangga ya sibuk, dengan hubungan kami. Mimin sempat minta ajari oleh jefri, si pendek yang lumayan pintar. Secara dia ranking dan mimin tidak. Lanjut, setelah lama belajar buah manis pun, mimin petik. Mimin jadi ranking satu di kelas. Libur pun tiba, keluarga dari jambi datang. Dan menginap di pelita. Suatu hari setelah berenang dengan saudara mimin, mimin singgah ke hotel tempat keluarga menginap. And still, i need money to pay the rent. And i walk to my home. Setiba di rumah, no body home gais. Door is locked. And i wait outside. Jengah menunggu. Mimin minjam motor pakde, you know, minjam. Dan di kasi gais sama pakde yang waktu itu pak rw. Mimin tunggangi motor dengan kencang, dan sampai di antrian mobil yang panjang. Karena jalan macet. Mimin menabrak bemper mobil sedan merah marun gais. Dan sontak, si supir berteriak. Refleks, mimin lalu bergerak siap untuk melarikan diri, hahaha. Tak lama berselang di arah yang berlawanan datang mobil besar mitsubishi storm, dengan lampu jauhnya yang menyilaukan. Mimin yang mengira pintu masuk hotel, sudah dekat. Ternyata masih terpaut jarak yang jauh. Dan bum, mobil menghantam mimin. Mimin yang tak sadarkan diri pun di gotong ke mobil. Sesadarnya di mobil mimin merasakan sakit di punggung kaki, mimin. Belum selesai gais, mimin di caci maki si penabrak. Dan dia mengancam akan menuntut, karena mobilnya rusak menabrak mimin. Mimin pun ketakutan, karena tidak memiliki uang untuk mengganti. Di tambah motor yang juga rusak. Mimin tidak siap menghadapi papa juhai. Sesampai di rumah sakit, katanya kaki mimin mau di potong gais. Mimin menjerit, menolak. Akhirnya lukanya di jahit cukup panjang. Di wawancara polisi, lalu selesai. Mimin diantar pulang, dan dirawat dirumah. Dirumah mimin dirawat papa juhai gais. Setelah daging bekas luka segar. Mimin baru di operasi. Dan setelah bisa berdiri mimin dengan tongkat pergi ke sekolah gais. Mimin di tawari promosi ke A lagi gais, cuman mimin tolak. Padahal, kelas C ada di atas. Dan cukup menyulitkan, dengan tongkat naik ke atas. And here we are, at C class. Mimin, mulai mencoba untuk sedikit berhubungan baik dengan perempuan. Mimin dekati kembali selly, yang kebetulan waktu itu ngejenguk mimin waktu sakit sama erma dan kelas lagi di C. Akhirnya mimin di tolak selly, mimin masih tidak sabaran. He want me to wait, but hell i think if its no. Why i should wait. Mimin kembali ke dunia seperti biasa. Dan mulai mengalami kesulitan saat berjalan gais, you know when a runner feels its hard to walk?. Dan mimin memutuskan untuk belajar gais, i got glasses. Mimin cuma belajar dan dengerin musik. Dulu mimin suka peter pan cuman mimi ngerasa si anjing ini cina yang nabrak gue, dan maki maki gue di mobil ngentotnya itu gais, tapi ini cuma asumsi gais. Karena mimin ga pernah berhadapan langsung, dengan penabrak mimin, udah mimin maafin gais doi, dan semoga mobilnya ga rusak parah. Gue dapet ranking satu dan saat kelulusan dapat nilai peringkat 7 seangkatan. Itu aja gais, mimin juga ga nyangka bakal jadi kaya gini gais. Sorry for words, its only words.
Komentar
Posting Komentar